“Pengalaman kerja saya belum ada, CV-nya mau diisi apa?”
Pertanyaan ini muncul di hampir setiap kelas karier kampus. Dan memang, kalau CV diukur dari jumlah perusahaan yang pernah membayar gaji Anda, halaman pertama akan terasa sangat sepi.
Tapi untuk posisi pemula, perekrut membuka CV dengan harapan yang berbeda. Mereka tahu kandidatnya belum banyak bekerja. Yang dicari adalah jejak kecil bahwa orang ini bisa belajar, menyelesaikan sesuatu, dan bekerja dengan orang lain. Jejak-jejak itu biasanya sudah ada, hanya saja belum pernah Anda anggap layak ditulis.
Daftar dulu, saring kemudian
Sebelum menyusun, tulis semua yang pernah Anda lakukan tanpa menyaring: proyek praktikum yang hasilnya bagus, tugas kelompok yang Anda koordinasi, kepengurusan di UKM, kerja sampingan di akhir pekan, relawan, kursus daring yang benar-benar selesai, alat yang bisa Anda pakai.
Baru setelah daftarnya panjang, Anda memilih mana yang paling relevan dengan iklan lowongan. Urutan ini penting. Kalau menyaring sambil menulis, yang keluar justru pengalaman yang paling mudah diingat, belum tentu yang paling menjual.
Satu perbaikan kecil yang membuat deskripsi berubah
Lihat dua kalimat ini:
Bertanggung jawab atas acara seminar mahasiswa.
Menangani jadwal 12 pembicara dan notulen untuk acara seminar 200 peserta.
Isinya pengalaman yang sama. Yang pertama menimbulkan pertanyaan, yang kedua menjawabnya. Pola yang dipakai sederhana: apa yang dikerjakan, lalu angka atau hasilnya. Angka membuat klaim bisa diverifikasi, dan perekrut akan menggunakannya sebagai bahan tanya jawab saat wawancara.
Kalau memang tidak ada angkanya, tulis saja apa adanya. Yang jadi masalah bukan pengalaman kecil, melainkan pengalaman yang digambarkan lebih besar dari kenyataannya; saat ditanya detail, semuanya runtuh dalam satu menit.
Urutan halaman untuk pelamar awal
Kontak di atas, lalu ringkasan dua kalimat, pendidikan, pengalaman dan proyek, keahlian, sertifikat. Pendidikan boleh naik ke posisi kedua selama pengalaman kerja masih tipis; tidak ada yang salah dengan itu. Referensi bisa ditulis “tersedia atas permintaan”.
Panjangnya satu halaman. Kebanyakan pelamar pemula mengisi dua, dan paragraf keduanya jarang dibaca sampai habis.
Sedikit soal sistem penyaring CV
Sebagian perusahaan menyaring CV lewat sistem otomatis lebih dulu. Sistem ini paling baik membaca dokumen polos: satu kolom, teks biasa, tanpa ikon sebagai pengganti judul, dan tanpa informasi penting yang dipindahkan ke header yang kadang tidak ikut terbaca. Simpan sebagai PDF, beri nama file yang jelas seperti Dina-CV-Magang.pdf, dan pakai kata kunci dari iklan lowongan sepanjang Anda memang punya keahlian itu.
CV memang tidak menjamin panggilan. Tapi CV yang jujur dan rapi memastikan Anda tidak tersingkir di tahap pertama karena alasan yang bisa diperbaiki. Sesuaikan isinya dengan posisi yang dilamar, karena tiap perusahaan membaca hal yang berbeda.