Ada momen yang sering terjadi di tengah presentasi mahasiswa: setelah lima menit bicara, dosen mengangkat tangan dan bertanya, “Jadi maksudnya apa?” Materinya belum tentu salah. Yang kurang biasanya arahnya, dan penonton baru menyadari setelah kehilangan jejak.
Masalahnya, kita hampir selalu mulai dari tempat yang salah: membuka PowerPoint, lalu mengisi slide satu per satu sampai jadi. Urutan itu membalik prosesnya. Ada tiga hal yang sebaiknya ditulis di selembar kertas dulu, sebelum aplikasinya dibuka.
Tiga pertanyaan pembuka
Satu: pertanyaan apa yang dijawab presentasi ini? Tulis dalam satu kalimat. Dua: satu hal apa yang ingin Anda tinggalkan di kepala penonton? Tiga: berapa lama waktunya? Jawaban ketiga menentukan jumlah slide. Patokan kasar satu slide per menit cukup sebagai titik awal, bukan aturan.
Selama tiga jawaban itu belum ada, setiap slide yang Anda buat ada kemungkinan besar akan dibuang.
Alur yang jarang mengecewakan
Kebanyakan tugas kuliah bisa disusun dengan urutan ini: pembuka dan konteks, masalah atau pertanyaan, uraian berisi data atau konsep, temuan, lalu penutup. Bagian uraian memang paling panjang, tapi perhatikan bahwa pembuka dan penutup yang justru paling diingat penonton. Dua bagian itu layak disunting paling lama.
Satu slide, satu gagasan, dengan judul yang jelas
Ini aturan yang paling sering dilanggar, sekaligus yang paling mudah diperbaiki. Kalau sebuah slide butuh dua kalimat pembuka untuk menjelaskan isinya, slide itu sebenarnya berisi dua slide.
Yang membantu adalah menulis judul berupa pernyataan lengkap. “Hasil” tidak memberi tahu apa pun kepada penonton. “Penjualan turun 12% pada April” sudah menjelaskan isi slide bahkan sebelum mereka melihat isinya. Penonton yang hanya membaca judul pun tetap pulang membawa poin utamanya.
Tampilan yang tidak menuntut perhatian
Desain slide bekerja dengan baik justru ketika tidak disadari. Satu keluarga huruf dengan dua ukuran, kontras yang tegas antara teks dan latar, gambar dengan resolusi cukup, dan ruang kosong yang dibiarkan kosong. Animasi transisi berlebihan jarang membuat kesan serius. Kalau ragu, hapus saja.
Latihan dengan pengukur waktu
Membaca slide dalam hati bukan latihan. Lakukan sekali berdiri, dengan pengukur waktu, seperti penonton yang mendengarkan. Bagian mana pun yang membuat Anda tersendat dua kali berturut-turut biasanya menandai slide yang terlalu padat, bukan Anda yang kurang hafal.
Kalau hasilnya melewati batas waktu, potong contoh terpanjang lebih dulu. Kesimpulan jangan pernah jadi korban.
Tiga pertanyaan yang paling sering muncul
Siapkan jawaban untuk tiga pertanyaan ini: bagian mana yang paling Anda kuasai, dari mana data dalam slide berasal, dan sejauh mana batas dari yang Anda sampaikan. Untuk pertanyaan yang benar-benar di luar jangkauan, jawab bahwa itu belum Anda pelajari lebih dalam. Pernyataan jujur seperti itu biasanya justru menambah nilai, karena penguji bisa melihat Anda tahu batas penguasaan sendiri.
Tentu, ini semua praktik umum. Kalau dosen Anda memberi format khusus, misalnya wajib ada bagian metodologi atau batas jumlah slide tertentu, format dosen yang menang.