Kalau makalah Anda sudah bolak-balik direvisi tapi dosen tetap bilang “belum nyambung”, masalahnya hampir selalu ada di susunan, bukan di bahan. Penulis pemula menulis tiap bagian apa adanya, tanpa bertanya bagian itu sebenarnya sedang mengerjakan apa.

Gampangnya, bayangkan tiap bagian sebagai pekerja dengan tugas berbeda.

Bagian Pekerjaannya Kesalahan yang sering terjadi
Pendahuluan Menyiapkan pertanyaan Menyimpulkan terlalu dini
Tinjauan pustaka Membangun landasan Menyalin definisi tanpa menghubungkan
Pembahasan Menjawab dengan data Sekadar mengulang fakta
Simpulan Menutup pertanyaan Menambah argumen baru

Setelah tabel itu jelas, penyusunannya jadi jauh lebih cepat.

Pendahuluan yang tidak berjalan terlalu jauh

Latar belakang berfungsi membuat pembaca paham kenapa topik ini penting. Ia berhenti tepat sebelum rumusan masalah muncul. Kalau latar belakang Anda sudah menyebutkan solusi, rumusan masalah yang datang sesudahnya terasa basi.

Caranya membatasi: tulis dulu rumusan masalahnya, lalu potong semua kalimat di latar belakang yang tidak diperlukan untuk membaca rumusan itu. Sisanya pindahkan ke pembahasan.

Tinjauan pustaka yang tersusun, bukan menumpuk

Bentuk yang paling mudah diikuti: mulai dari definisi inti, lanjut ke temuan orang lain yang dikelompokkan berdasarkan tema, tutup dengan posisi makalah Anda di antara temuan itu. Tiap paragraf sebaiknya punya kalimat penghubung yang menunjukkan hubungannya dengan paragraf sebelumnya, sehingga bab ini terbaca sebagai satu uraian panjang, bukan daftar ringkasan jurnal.

Kalau Anda menemukan dua sumber yang berbeda pendapat, jangan pilih salah satu diam-diam. Sebutkan keduanya, lalu jelaskan apa yang membedakan; bagian seperti ini yang paling sering menaikkan mutu makalah.

Pembahasan: fakta, lalu tafsir

Pola berulang yang bisa dipakai: menampilkan fakta atau data, lalu menjelaskan apa artinya, lalu mengaitkannya kembali dengan rumusan masalah. Fakta tanpa tafsir terasa seperti laporan, sedangkan tafsir tanpa fakta terasa seperti opini. Makalah yang baik melakukan keduanya bergantian.

Simpulan yang benar-benar menutup

Uji sederhana: baca ulang rumusan masalah Anda, lalu baca simpulannya. Kalau jawabannya terasa jelas dan langsung, bagian itu sudah bekerja. Kalau ada istilah atau klaim baru yang muncul pertama kali di simpulan, pindahkan ke pembahasan.

Tentu saja ini hanya kerangka umum. Gaya mengutip dan bagian wajib bisa berbeda antar kampus; kalau ada perbedaan, ikuti pedoman penulisan program studi Anda.